Tentang Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali


Garuda Wisnu Kencana Bali atau sering disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata sekaligus jendela seni dan budaya di bagian selatan pulau Bali. Terletak di Bukit Unggasan-Jimbaran Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar.

Di area taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 12 meter. Patung raksasa ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung Garuda Wisnu Kencana Bali adalah perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno.


Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanag Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana Bali ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja sebarat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembanganunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty.


Proyek ambisius Garuda Wisnu Kencana Bali (GWK) yang sempat 16 tahun mati suri akan dihidupkan lagi untuk memperkuat ikon budaya Bali. GWK dibangun tahun 1997 dan direncanakan awal seluruh bagian patung ini akan selesai tahun 2005, namun proyek ini sempat terhenti terutama karena masalah pendanaan.

Meski kini hanya ada potongan patung Wisnu sebahu dan Kepala Garuda, kini dengan investor baru, GWK berbenah. PT Alam Sutera Realty Tbk menyanggupi untuk mendanai pembuatan patung GWK hingga rampung 100 persen menantang langit bali.